Aktivis Makassar Peringati 12 Tahun Kematian Munir

Kegiatan ini terselenggara dengan kolaborasi dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (HIMAHI Unhas), Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UKPM Unhas), Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UPPM UMI), Front Mahasiswa Demokratik–Sentra Gerakan Muda Kerakyatan  (FMD-SGMK), Front Mahasiswa Nasional (FMN) Makassar, Kedai Buku Jenny, Kontras Sulawesi dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.
Suasana perinagatan 12 tahun kematian munir di pelataran PKM Unhas, Kamis (8/9)
Suasana perinagatan 12 tahun kematian munir di pelataran PKM Unhas, Kamis (8/9)

Makassar, Eksepsi Online – Memperingati 12 tahun wafatnya aktivis penegak Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib digelar di pelataran Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (8/9). Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu tewas diracun dalam pesawat dari Indonesia menuju Amstersdam Belanda pada 7 September 2004.

Kegiatan yang bertajuk “Malam Menyimak Munir, Pekan Merawat Ingatan” diisi dengan pemutaran film terkait Munir dan diskusi tentang penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). Adapun film yang diputar berjudul His Story (2004, karya Steve Pilar Setiabudi). Film tersebut menceritakan proses peradilan pembunuh aktivis HAM Munir yang melibatkan terdakwa Pollycarpus Budihari Priyanto dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Selain film His Story juga diputar film Tuti Koto: A Brave Women (1999, karya Riri Reza) yang bercerita sosok Munir membantu seorang ibu dalam menulusuri keberadaan anaknya yang dihilangkan secara paksa pada tahun 1997.

Kegiatan ini terselenggara dengan kolaborasi dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (HIMAHI Unhas), Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UKPM Unhas), Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UPPM UMI), Front Mahasiswa Demokratik–Sentra Gerakan Muda Kerakyatan  (FMD-SGMK), Front Mahasiswa Nasional (FMN) Makassar, Kedai Buku Jenny, Kontras Sulawesi dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.

Saat ditemui setelah acara, Nasrum dari Kontras Sulawesi mengatakan acara-acara seperti ini penting untuk mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus-kasus penegakan HAM yang serupa.

Haswandy Andy Mas Direktur LBH Makassar mengharapkan adanya tindak lanjut dari acara tersebut. “Apa yang didiskusikan malam ini saya harapkan bisa ditindak lanjuti dalam tindakan yang nyata semisal turun ke jalan menyuarakan perjuangan pengakan HAM,” tuturnya. (Rnm)

Foto dan sumber: eksepsionline.com

Leave a Replay

Artikel Terbaru

Follow Us

Daftar untuk Berita Terbaru