Responsive image

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Setiap pemikiran, setiap kata, dan setiap tindakan yang menambah hal positif dan sehat adalah bentuk kontribusi untuk perdamaian. Seluruh dan setiap orang dapat member kontribusinya. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian dunia dimana kita dapat tidur dalam kedamaian dan bangun dalam kebahagiaan.

Aung San Suu Kyi

Pada dasarnya kita tidak bisa memiliki kedamaian, atau kondisi yang menumbuhkan kedamaian tersebut, kecuali jika kita mengakui hak-hak asassi tiap individu, kepentingan mereka, martabat mereka, dan setuju bahwa itu adalah hal dasar yang harus diterima di seluruh dunia.

Eleanor Roosevelt

Hak Gay (LGBTIQ) adalah hak asasi manusia.

Hillary Clinton

Tanah Untuk Rakyat; Laksanakan Reforma Agraria Sejati & Bangun Industri Nasional


Rabu, 24 September 2014 - 16:45:20 WIB
Diposting oleh : Administrator .:. Kat: Kabar Wilayah Sulawesi Selatan .:. Hits: 27798 kali

58SAM_0335.JPG

Hari Tani Nasional 2014
Tanah Untuk Rakyat – Laksanakan Reforma Agraria Sejati & Bangun Industri Nasional

Kaum tani bersama seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 24 September 2014 ini akan memperingati Hari Tani Nasional yang ke-54. Hari tani yang diperingati oleh kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia sebagai peringatan atas hasil perjuangan panjang kaum tani Indonesia dalam kerangka memperjuangkan land-reform sejati di Indonesia. Perjuangan politik rakyat Indonesia yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme yang pada tahun 1960 diwujudkan secara terbatas dalam peraturan dasar Pokok-pokok Agraria No.5/1960. Capaian tersebut merupakan kemajuan sebagai usaha untuk meringankan penghisapan dan penindasan feudal yang dilakukan oleh tuan tanah dan imperialis di atas pundak kaum tani Indonesia sejak jaman kolonialisme.

Namun kemenangan itu kemudian dikhianati oleh klas-klas yang berwatak penghisap (tuan tanah dan borjuasi) yang menjadi kaki tangan bagi kepentingan kapitalisme monopoli sejak rezim fasis Soeharto berkuasa. Di 10 tahun pemerintahan SBY kehidupan kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia semakin merosot akibat dari berbagai kebijakan anti rakyat yang dijalankan oleh SBY. Perampasan tanah yang semakin massif, tidak adanya perlindungan terhadap hasil produksi pertanian, monopoli atas input dan output pertanian, kenaikan harga bbm berkali-kali, dan berbagai problem lain yang semakin menyengsarakan kehidupan kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia. Yang terbaru adalah proyek MP3EI yang akan semakin memassifkan perampasan tanah untuk pembangunan yang diperuntukkan untuk kepentingan investasi (borjuasi besar dan kapitalis monopoli). Di Sulawesi Selatan, konflik agraria yang tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan tidak ada satupun yang terselesaikan,

sebaliknya monopoli dan perampasan tanah semakin meluas yang diperuntukkan bagi perkebunan besar, taman nasional, pertambangan dan pembangunan infrastruktur.
Melalui momentum peringatan Hari Tani Nasional 2014 ini Front Perjuangan Rakyat Sul-sel akan menggelar kampanye massa untuk mengkampanyekan tuntutan politik “Laksanakan Reforma Agraria Sejati” sebagai kepentingan khusus kaum tani dan aspirasi umum rakyat Indonesia. Kampanye massa akan diselenggarakan secara serentak di Makassar, Takalar, Bantaeng dan Bulukumba dengan tuntutan mendesak:

  1. Laksanakan Reforma Agraria Sejati;
  2. Bangun industri nasional;
  3. Hentikan perampasan tanah bagi perkebunan besar, taman nasional, pertambangan dan pembangunan infrastruktur;
  4. Kembalikan tanah petani Polongbangkeng – Takalar yang dirampas oleh PTPN XIV PG. Takalar;
  5. Hentikan pengolahan PTPN XIV PG. Takalar di atas lahan klaim anggota STP - Takalar;
  6. Kembalikan tanah petani Bulukumba yang dirampas oleh PT. Lonsum Bulukumba;
  7. Hentikan pembangunan water front city di Bulukumba;
  8. Hentikan pembangunan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) dan Smelther di Bantaeng;
  9. Turunkan harga sarana produksi pertanian (bibit, pupuk dan obat-obatan);
  10. Hentikan intimidasi dan tindak kekerasan terhadap kaum tani;
  11. Tolak penanaman kelapa sawit di Polongbangkeng – Takalar;
  12. Seruan kepada seluruh lembaga keuangan untuk menghentikan pinjaman modal ke pihak PTPN XIV PG. Takalar;
  13. Bentuk kementerian agraria yang berwenang mengatur masalah pertanahan, menyelesaikan sengketa agraria, dan menjalankan program landreform;
  14. Bentuk komisi DPR bidang pertanahan dan sumber kekayaan alam yang mengontrol pelaksanaan program landreform;
  15. Tolak pencabutan subsidi energy dan kenaikan harga BBM, TDL dan Gas-Elpiji;
  16. olak kenaikan pajak tanah, dan Pajak Bumi dan Bangunan;
  17. Wujudkan sekolah gratis dan kuliah murah;
  18. Tolak RUU Pilkada tak langsung.


Land – Reform, Tanah Untuk Rakyat!!!
Tak Ada Demokrasi Tanpa Land – Reform!!!

Makassar, 23 September 2014

Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan


AGRA Sulawesi Selatan, STP Takalar, STB Bantaeng, FMN Makassar, AMPERA

LBH Makassar, KontraS Sulawesi

Berita Terkait