Responsive image

Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Tidak pernah orang-orang mengeluh tentang universalitas hak asasi manusia, juga tidak menganggap HAM sebagai pemaksaan dari Barat atau Utara. Namun, hal itu kerap dilakukan oleh para pemimpin mereka.

Kofi Annan

Pada dasarnya kita tidak bisa memiliki kedamaian, atau kondisi yang menumbuhkan kedamaian tersebut, kecuali jika kita mengakui hak-hak asassi tiap individu, kepentingan mereka, martabat mereka, dan setuju bahwa itu adalah hal dasar yang harus diterima di seluruh dunia.

Eleanor Roosevelt

Setiap pemikiran, setiap kata, dan setiap tindakan yang menambah hal positif dan sehat adalah bentuk kontribusi untuk perdamaian. Seluruh dan setiap orang dapat member kontribusinya. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian dunia dimana kita dapat tidur dalam kedamaian dan bangun dalam kebahagiaan.

Aung San Suu Kyi

TOLAK KENAIKAN BBM


Kamis, 13 November 2014 - 11:38:10 WIB
Diposting oleh : Administrator .:. Kat: Kabar Wilayah Sulawesi Selatan .:. Hits: 13909 kali

36Karena

Pernyataan Sikap

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM menjadi masalah yang saat ini telah banyak memberikan dampak secara langsung kepada rakyat Indonesia, mulai dari nelayan yang tidak bisa melaut karena tidak bisa mendapatkan solar, kebutuhan bahan pokok rakyat melambung tinggi, rakyat harus mengantri untuk mendapatkan BBM di SPBU-SPBU, adalah rangkaian yang tidak lagi dipungkiri saat ini telah membuat rakyat semakin menderita.

Berbagai alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, seperti jika subsidi energi tetap dipertahankan terutama untuk BBM akan mengakibatkan APBN jebol, kuota BBM dalam negeri akan habis sebelum waktunya dan negara akan menanggung kerugian yang besar adalah serangkaian isu yang paling sering dimunculkan oleh pemerintah sebagai dasar untuk terus mengurangi dan menghilangkan subsidi teradap BBM yang esensinya akan meningkatkan harga BBM rakyat.

Pidato Jokowi dalam KTT APEC di China menyebutkan bahwa bersiap menaikkan harga BBM dengan kisaran Rp. 1000 s/d Rp. 3000 perliter. Ini cukup membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak ada bedanya dengan pemerintahan SBY sebagai pemerintahan yang anti rakyat atau pemerintahan Boneka dari kepentingan monopoli Internasional terutama Imperialisme AS.

Selain dari pada soal diharuskannya penghapusan subsidi terhadap rakyat, yang menjadi sebab BBM di Indonesia harus dinaikkan adalah tidak adanya kedaulatan RI atas minyaknya sendiri. Pertamina yang notabene perusahaan negara hanya menguasai 12,5% minyak Indonesia, sementara 87,5 % lainnya dikuasai perusahaan imperialisme pimpinan AS.

Dampak lain yang dirasakan oleh kaum tani adalah perampasan tanah semakin merajalela diseluruh pelosok negeri. Akibat monopoli bahan bakar fosil oleh negara besar (imperialisme), sekaligus kedok dari Imperialis untuk mendorong bahan bakar alternatif dari bahan bakar fosil (BBM) menjadi bahan bakar nabati (BBN) hal ini menjadi salah satu pemicu terjadi perampasan tanah besar-besaran milik kaum tani untuk dikonversi menjadi perkebunan sawit, tebu, jarak dan lain-lain.

Sementara itu borjuasi komprador, tuan tanah besar dan kapitalis birokrat menjadikan situasi ini untuk menumpuk kekayaan diatas penderitaan rakyat yang semakin terhisap dan tertindas oleh kenaikan harga yang diakibatkan oleh pengurangan subsidi energi dan kenaikan harga BBM.

Dari pemaparan diatas maka kami dari FPR menyatakan sikap:

  1. Tolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM;
  2. Usut tuntas mafia migas;
  3. Cabut Undang Undang no 22 tahun 2004 tentang minyak dan gas bumi  dan PP nomor 36 tahun 2004;
  4. Tolak monopoli asing atas Migas Indonesia dan wujudkan kedaulatan rakyat atas Migas;
  5. Cabut UU perguruan tinggi;
  6. BBM naik Jokowi JK harus turun;
  7. Hentikan perampasan tanah dan tindak represif terhadap petani Takalar.

 

13 November 2014


FRONT PERJUANGAN RAKYAT SUL-SEL

AGRA Sul-Sel, BEM UNM, BEM FIS UNM, Fosis UMI, AMPERA, Komunal, Cara Baca, BEM MIPA UH, BEM Sastra UH, LAW UH, HIMAHI FISIP UH, PMII Kom. UMI, KontraS Sulawesi, LBH Makassar, HMK, BEM Mega Rezky, Sastra UMI, FMN

Berita Terkait