Responsive image

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Jika seseorang berpikir bahwa perdamaian dan cinta adalah hal klise yang harus telah ditinggalkan di tahun 60an, itu adalah masalah. Perdamaian dan Cinta adalah abadi.

Jhon Lennon

Setiap pemikiran, setiap kata, dan setiap tindakan yang menambah hal positif dan sehat adalah bentuk kontribusi untuk perdamaian. Seluruh dan setiap orang dapat member kontribusinya. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian dunia dimana kita dapat tidur dalam kedamaian dan bangun dalam kebahagiaan.

Aung San Suu Kyi

Hak Gay (LGBTIQ) adalah hak asasi manusia.

Hillary Clinton

Membenarkan kekerasan, mengutip dari Kitab Suci, dan mengajarkan kebencian atas nama Tuhan.

Dream theater - in the Name of God

Tulisan Kecil Kawan HAM


Kamis, 02 Juli 2015 - 13:53:59 WIB
Diposting oleh : Administrator .:. Kat: Berita HAM .:. Hits: 1427 kali

38Fauzan2.jpg

*tulisan oleh Kawan HAM (alumni PeKaHAM Sulawesi 2015)

Assalamu alaikum wr.wb.
saya awali tulisan ini dengan ucapan rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada dia (sang maha pencipta) dan kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan saya sebuah kesempatan menjadi bagian dari kegiatan yang berselimutkan pelajaran dan pengalaman tentang realita yg terjadi dimasyarakat terutama dalam hal Hak Asasi Manusia. Sungguh nikmat Tuhan yg sangat luar biasa bisa berada diantara kalian semua.

PeKaHAM 2015, suatu pendidikan yang menekankan agar pesertanya lebih memahami apa itu HAM, bagaimana bentuk pelanggaran HAM, siapa pelaku pelanggaran HAM, apa yang seharusnya dilakukan agar setiap insan yang berada di bangsa yang besar ini dapat terpenuhi Hak Asasi Manusianya, serta banyak pertanyaan lagi yang seharusnya mampu terjawab setelah mengikuti kegiatan ini. Yahh..suatu kegiatan yang luar biasa dan pastinya banyak diluar sana yang sangat ingin mengikuti kegiatan dan pendidikan seperti ini.

Menjadi salah satu peserta dalam pendidikan ini sungguh diluar pemikiran dan angan-angan saya. Sungguh tak pernah terlintas dialur khayalan saya akan menjadi bagian dari pendidikan yang menurut saya kegiatan ini bukanlah kegiatan yang kecil. Hal itu terbukti dengan ketatnya penyaringan yang boleh menjadi peserta serta kerjasama yang dilakukan dengan beberapa lembaga Negara maupun lembaga swadaya masyarakat serta kerja sama dengan yayasan yang siapa lagi yang tak tahu akan kehadiran dan perannya dalam membantu masyarakat, yakni Lembaga Bantuan Hukum Makassar. Bahkan hampir saja saya harus mengikhlaskan diri untuk tak ikut terlibat dalam kegiatan ini dikarenakan ada salah satu poin dalam persyaratan peserta yang seharusnya membuat nama saya seharusnya tak pantas berada dipengumuman daftar nama-nama yang resmi lolos menjadi peserta PeKaHAM ini. Namun dengan kemurahan hati panitia dan pihak-pihak penyelenggara kegiatan ini akhirnya kujumpai nama saya dalam lembar daftar peserta.

Banyak hal yang saya jumpai tapi tak mampu saya bahasakan semuanya namun saya yakin hal-hal itu mengalir dengan indah, kekal dan abadi dalam hati dan jiwa kawan-kawan semua yang pastinya sekali lagi tak mampu dijumpai dikegiatan selain PeKaHAM ini. Tak mampu dipungkiri lagi, kawan-kawan yang berada dalam lingkungan yang baru kala itu pastinya memiliki banyak perbedaan. Mulai dari asal daerah, kampus, program study, dan bahkan mungkin saja berbeda sudut pandang pemahaman dan pemikiran. Tapi dalam kegiatan ini, kita semua disatukan dalam sebuah rasa kepedulian terhadap sesama. Yahh..rasa kepedulian terhadap realita yg terjadi dimasyarakat sekarang. Penindasan terjadi dimana-mana. Perampasan hak-hak dasar yang terjadi dari sudut ke sudut dinegri yang katanya besar ini. Seperti halnya yang selalu kubahasakan, “ini bukan kita ingin dipandang sebagai pahlawan, api ini pembuktian bahwa kita masih memiliki dan mempertahankan rasa kepedulian kita terhadap sesama”. Dan seperti halnya yang perna dibahasakan oleh Soe Hok Gie, “Kepedulian dan nurani adalah sebab kenapa kita menjadi manusia”.

Masih terbayang dengan sangat jelas 4 hari terakhir dalam kegiatan ini dimana kita ditempatkan di tengah-tengah masyarakat yang selama ini menjadi korban perampasan lahan dan penindasan dari pihak-pihak yang seharusnya mampu membantu negara dalam hal pensejahteraan rakkyat tapi malah menindas rakyat. 4 hari yang sangat luar biasa bagi kita semua. 4 hari dimana kita diposisikan sebagaimana halnya posisi yang seharusnya lembaga negara yang turun tangan tapi malah acuh tak acuh dan bahkan menjadi pelaku dalam pelanggaran ini.

Satu hal lagi yang tentunya tak boleh terlupakan untuk dibahasakan dari tulisan ini. Yahh..ucapan terima kasih kepada masyarakat Takalar terutama yang tergabung dalam STP Takalar. Sebuah organisasi yang sangat menginspirasi. Mungkin menurut kalian pada saat itu kami lah yang membantu kalian, tapi tidak menurut saya. Bagi saya kalianlah yang telah banyak membantu membuka mata dan pikiran kami melihat dan memaknai realita yg sebenarnya terjadi. Tetaplah berjuang, kalian tak sendiri. Perjuangan kalian adalah perjuangan kami juga.

Sebagai bait terakhir, kembali saya ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak terutama KontraS Sulawesi yang telah menyelenggarakan dan memberikan kesempatan kepada untuk ikut jadi bagian dalam kegiatan ini. Semoga kedepannya semua pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan dalam kegiatan ini bisa dan memang seharusnya bisa membantu masyarakat. Ucapan terakhir, SALAM RINDU untuk KAWAN HAM !!!
Wassalamu alaikum wr.wb.

Penulisan : Arrahman Fauzan, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

*tulisan oleh Kawan HAM (alumni PeKaHAM Sulawesi 2015)

Berita Terkait