Responsive image

Kami bukan mitos masa lalu, reruntuhan dalam hutan, atau kebun binatang. Kami adalah manusia dan kami ingin dihormati, bukan menjadi korban intoleransi dan rasisme.

Rigoberta Menchu

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Pada dasarnya kita tidak bisa memiliki kedamaian, atau kondisi yang menumbuhkan kedamaian tersebut, kecuali jika kita mengakui hak-hak asassi tiap individu, kepentingan mereka, martabat mereka, dan setuju bahwa itu adalah hal dasar yang harus diterima di seluruh dunia.

Eleanor Roosevelt

Tidak pernah orang-orang mengeluh tentang universalitas hak asasi manusia, juga tidak menganggap HAM sebagai pemaksaan dari Barat atau Utara. Namun, hal itu kerap dilakukan oleh para pemimpin mereka.

Kofi Annan

Setiap pemikiran, setiap kata, dan setiap tindakan yang menambah hal positif dan sehat adalah bentuk kontribusi untuk perdamaian. Seluruh dan setiap orang dapat member kontribusinya. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian dunia dimana kita dapat tidur dalam kedamaian dan bangun dalam kebahagiaan.

Aung San Suu Kyi

Aparat Polisi : Hentikan Tindakan Kekerasan Terhadap Warga!


Jumat, 23 Oktober 2015 - 15:50:42 WIB
Diposting oleh : Administrator .:. Kat: Siaran Pers .:. Hits: 1393 kali

Update Kondisi Kec. Seko, Luwu Utara
Aparat Polisi : Hentikan Tindakan Kekerasan Terhadap Warga!

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sulawesi mengecam tindakan penangakapan dan penahanan sewenang-wenang disertai penganiayaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polres Luwu Utara terhadap sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi penolakan pembangunan PLTA di atas tanah masyarakat adat Seko, Luwu Utara.

Sebelumnya, Kamis, 22 Oktober 2015, kami mendapatkan informasi dilapangan bahwa warga mendapat ancaman penangkapan bila melakukan aksi demonstrasi. Karena itu, Kami telah mengingatkan aparat kepolisian agar tidak mengedepankan penggunaan kekerasan namun peristiwa hari ini menunjukkan tabiat brutal masih melekat pada Institusi Kepolisian.

Hari ini, Jumat, 23 Oktober 2015, sekitar pukul 13.00 WITA setelah shalat jumat, sekitar 20 mahasiswa asal Seko melakukan aksi demonstrasi penolakan atas keterlibatan aparat kepolisian dalam rencana pembangunan PLTA di wilayah masyarakat adat Seko. Massa aksi awalnya berorasi di Monumen Tugu Masamba Affair yang melanjutkannya dengan long-march  ke Mapolres Luwu Utara. Sebelum memulai aksinya di depan Mapolres Luwu Utara, aparat kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap seluruh massa aksi, bahkan diketahui massa aksi juga mengalami sejumlah tindakan penganiayaan saat penangkapan dilakukan.

Tindakan oleh aparat kepolisian ini jelas telah melanggar hak warga atas kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat, ketiadanya penghargaan dan penghormatan atas hak asasi manusia dan melanggar sejumlah aturan diantaranya UUD  RI 1945 pasal 28E tentang jaminan dan perlindungan atas kebebasan berekspresi; Perkap No. 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraan Tugas Kepolisian dan UU No. 12 tahun 2005 tentang pengesahan Kovenan Hak Sipil dan Politik. Disamping itu, tindakan ini menjadi rentetan panjang memperburuk citra institusi kepolisian di mata masyarakat.

Atas peristiwa ini, Kami, KontraS Sulawesi menegaskan sikap:

  1. Kapolres Luwu Utara untuk melepas seluruh massa aksi yang telah ditangkap dan ditahan; secara transparan menjelaskan keterlibatan aparat kepolisian dalam persoalan yang terjadi di Seko
  2. Kapolda Sulselbar agar menarik seluruh pasukan Brimob yang berada di kec. Seko;
  3. Hentikan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap warga Seko dan penuhi hak-hak warga Seko;
  4. Pemerintah Daerah Seko dan Luwu Utara membuka secara transparan persoalan yang terjadi di Seko; membuka ruang mediasi kepada warga sehingga tuntutann warga dapat dipenuhi.


Kami akan terus memantau dan mendampingi peristiwa yang terjadi di Seko.

Makassar, 23 Oktober 2015

Badan Pekerja,


Asyari Mukrim, S.IP., MA
Kabiro Penelitian dan Pengembangan

Andi Ismira, S.IP., MA
Kadiv Advokasi dan Kampaye

Berita Terkait