Responsive image

Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Hak Gay (LGBTIQ) adalah hak asasi manusia.

Hillary Clinton

Tidak pernah orang-orang mengeluh tentang universalitas hak asasi manusia, juga tidak menganggap HAM sebagai pemaksaan dari Barat atau Utara. Namun, hal itu kerap dilakukan oleh para pemimpin mereka.

Kofi Annan

Membenarkan kekerasan, mengutip dari Kitab Suci, dan mengajarkan kebencian atas nama Tuhan.

Dream theater - in the Name of God

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Stop Sudah; Petani Tapango Bukan Teroris!


Rabu, 28 Oktober 2015 - 17:47:28 WIB
Diposting oleh : Administrator .:. Kat: Siaran Pers .:. Hits: 1701 kali

Aksi protes dan penolakan oleh para petani atas pembangunan dan penambahan jaringan PDAM untuk proyek Embun Air Bersih, di kecamatan Tapango berbuntut pada penangkapan sejumlah petani. Dari informasi lapangan yang kami terima, setidaknya ada 5 (lima) petani yang telah ditangkap dan ditahan oleh anggota kepolisian Polsek Tapango dan Polres Polman atas dugaan terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran sejumlah pipa pada tanggal 21 Oktober 2015.

Dari peristiwa, kami mengecam tindakan aparat kepolisian yang memposisikan para petani seperti kelompok teroris. Aparat kepolisian dengan brutalnya memburu dan menguber para petani hingga masuk ke pemukiman warga, mengepung sejumlah rumah warga. Akibatnya, warga mengalami ketakutan dan terpaksa harus meninggalkan rumahnya demi keselamatan diri.

Institusi dan aparat kepolisian sudah seyogyanya, sesuai dengan tupoksi dan mandatnya, menjadi pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat. Aparat kepolisian dalam melakukan penindakan seharusnya menggunakan pendekatan persuasif dan menghindari tindakan-tindakan yang menciptakan hilangnya martabat manusia (human degrading). Para Petani Tapango bukanlah kelompok teroris!

Pemerintah daerah dan aparat kepolisian seharusnya jeli melihat fakta kondisi masyarakat yang menjadi latar belakang dari peristiwa ini. Dari informasi lapangan, para petani Tapango melakukan aksi protes dan penolakan Proyek Embun Air Bersih PDAM dengan alasan bahwa pembangunan tersebut tidak bermanfaat cukup bagi para petani, yang mana mereka sangat membutuhkan pengairan untuk peningkatan produksi pertanian mereka. Selama ini para petani masih mengalami kekurangan pengairan untuk pertanian. Akibat proyek tersebut tentu saja berakibat fatal bagi para petani yakni gagal panen.

Atas peristiwa ini, Kami, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sulawesi mendesak agar:

  1. Kapolres Polman mengupayakan penyelesaian masalah secara dialogis tanpa kekerasan
  2. Melakukan penyidikan terhadap aparat kepolisian atas tindakan pengejaran dan pengepungan dalam pemukiman warga yang mengakibatkan warga ketakutan dan terpaksa meninggalkan rumahnya
  3. Aparat kepolisian bersikap netral, transparan dan mengedepankan penyelesaian yang berpihak pada hak asasi dan keadilan
  4. Pemerintah Daerah Tapango dan Polman agar bijaksana dan memenuhi hak-hak para petani Tapango dan tidak memaksakan kepentingannya dalam persoalan yang terjadi saat ini.


Makassar, 25 Oktober 2015

Badan Pekerja,


Asyari Mukrim, S.Ip., MA
Kabiro Penelitian dan Pengembangan

Berita Terkait