Responsive image

Tidak pernah orang-orang mengeluh tentang universalitas hak asasi manusia, juga tidak menganggap HAM sebagai pemaksaan dari Barat atau Utara. Namun, hal itu kerap dilakukan oleh para pemimpin mereka.

Kofi Annan

Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Setiap pemikiran, setiap kata, dan setiap tindakan yang menambah hal positif dan sehat adalah bentuk kontribusi untuk perdamaian. Seluruh dan setiap orang dapat member kontribusinya. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian dunia dimana kita dapat tidur dalam kedamaian dan bangun dalam kebahagiaan.

Aung San Suu Kyi

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Hak Gay (LGBTIQ) adalah hak asasi manusia.

Hillary Clinton

Penganiayaan Wartawan Luwuk Post oleh Oknum Anggota TNI Kodim 1308 Luwuk Banggai Harus Diproses Secara Pidana di Peradilan Koneksitas


Senin, 16 Mei 2016 - 13:36:05 WIB
Diposting oleh : Administrator .:. Kat: Siaran Pers .:. Hits: 2557 kali

53korban,

KontraS Sulawesi mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI anggota Kodim 1308 Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, atas nama Kopra Dua Salim kepada wartawan Luwuk Post, Asnawi Zikri (26 Tahun). Pemukulan dilakukan di Resto dan Coffee Jie, Kompleks Luwuk Shopping Mall, sekitar pukul 13.00 wita, Sabtu 14 Mei 2016.

Adapun laporan kronologis yang disampaikan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Palu via email ke KontraS Sulawesi yakni:

Kronologis kejadian Pada Sabtu (14/5) sekitar jam 11.00 wita, Kopral Dua Salim, anggota Anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1308 Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, datang ke Resto and Coffee Jie, Luwuk Shoping Mall (Belakang Masjid Agung) tempat nongkorong wartawan, menanyakan berita wartawan di Luwuk Post. Saat itu, pelaku (Salim) hanya bertemu dengan Amat (wartawan Banggai Raya). Amat kemudian memberikan nomor HP Pimpiman Redaksi Luwuk Post, Haris Ladici. Setelah itu, pelaku langsung pergi.

Sekitar pukul 13.00 wita  pelaku (Salim) mengirimkan SMS kepada Pemred Luwuk Post, Haris Ladici dan mengaku sebagai ajudan Kepala Staf Kodim 1308 Luwuk Banggai. Pelaku mengajak Haris Ladici untuk bertemu. Dia minta ketemu, karena posisi saat itu mereka, Asnawi (korban), Haris (Pemred) dan Alisan, ketiganya wartawan Luwuk Post, tengah minum di Resto and Coffe Jie, kompleks Luwuk Shopping Mall.

Haris Ladici pun menyatakan siap bertemu. Tapi awalnya, Haris Ladici berfikir, ajakan bertemu itu, untuk membahas berita terkait Upsus Pajala (Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai), karena Pelaku (Salim) mengatakan ia adalah Ajudan Kasdim.

Saat bertemu, Pelaku (Salim) mengatakan tempat duduk mereka terlalu ramai. Jadi minta pindah, Haris Ladici pun mengajak Salim dan kawan-kawan, ke lantai 2. Saat baru dua langkah menuju tangga, Salim (anggota TNI) bertanya siapa yang bernama Asnawi. Dan dijawab sendiri oleh Asnawi: "Saya Pak".

Melihat Asnawi, Salim langsung menarik kerah baju dan memukul wajah Asnawi. Kemudian muncul empat orang saudara Salim yang tidak diketahui namanya. Mereka kemudian mengeroyok Asnawi. Saat pemilik warkop menegur agar tidak buat keributan di dalam, mereka kemudian menyeret Asnawi keluar dari Caffee. Mereka kemudian menghujani pukulan dan tendangan ke Asnawi. Salah satu pelaku bahkan memukul Asnawi dengan menggunakan asbak rokok yang terbuat dari kayu.

Saat security dan orang sekitar mencoba melerai, para pelaku mengatakan jangan ikut campur, ini masalah keluarga. Setelah pengeroyokan, Salim bersama rekannya (diduga masyarakat sipil), langsung pergi dengan menaiki mobil Avanza berwarna hitam.


Asnawi yang dalam keadaan terluka langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Banggai untuk dirawat dan dilakukan proses visum. Akibat pengeroyokan itu, Asnawi mengalami luka robek di jidat kiri atas, bengkak di mata kiri, bengkak kepala bagian belakang kiri, serta lebam di punggung kanan.

Tak hanya itu, handphone Asnawi yang biasa digunakan untuk meliput juga terjatuh dan hilang di lokasi kejadian. Setelah dilakukan proses visum, Asnawi bersama rekannya, Evan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Luwuk.  Tetapi Kapolres memerintahkan Kasat Reskrim untuk menarik laporan itu dan diproses di Polres Banggai. Saat ini, tengah di tangani Unit I Reskrim Polres Banggai. Asnawi juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Belakangan saya baru tahu, kalau yang memukul saya, adalah anak dari korban yang tewas saat saya tulis beritanya hari ini di Koran Luwuk Post. Selain itu yang ikut mengeroyok saya adalah keluarga mereka,” kata Asnawi.

Berdasarkan kejadian tersebut di atas, KontraS Sulawesi mendesak kepada aparat Kepolisian Resort Luwuk Banggai bekerja sama dengan Polisi Militer untuk memproses pelaku, oknum TNI tersebut bersama warga sipil lainnya yang terlibat melakukan kekerasan terhadap sdr Asnawi Zikri (wartwan Luwuk Post). KontraS Sulawesi menegaskan kepada pimpinan TNI (khususnya Pimpinan Kodim Luwuk Banggai) agar tidak melakukan perlindungan kepada anggotanya yang terlibat secara langsung melakukan kekerasan terhadap wartawan Luwuk Post.

KontraS Sulawesi meminta kepada aparat kepolisian Resort Luwuk Banggai agar tidak takut memproses secara hukum para pelaku termasuk oknum TNI yang secara jelas dan nyata melakukan pelanggaran hukum. Bahkan kami dari KontraS Sulawesi menghimbau agar pelaku terkhusus oknum TNI anggota Kodim Luwuk Banggai tersebut diperhadapkan ke PERADILAN KONEKSITAS karena oknum TNI tersebut dalam melakukan kekerasan terhadap wartawan Luwuk Post dengan melibatkan warga sipil. Hal ini sebagai bentuk efek jera kepada siapa saja anggota TNI yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil agar di proses secara hukum atau diperadilan umum.

 

Makassar, 15 Mei 2016

KontraS Sulawesi

Badan Pekerja

 


Nasrum, SH

Wakil Koordinator

Berita Terkait