PT. Lonsum Kembali Langgar Kesepakatan Rapat Koordinasi yang Diinisiasi Polres Bulukumba

"Ini adalah bentuk-bentuk pengabaian kesekian kalinya yang dilakukan pihak PT. Lonsum terhadap keputusan dalam upaya penyelesaian sengketa agraria baik yang di inisiasi oleh Kapolres Bulukumba maupun Bupati Bulukumba yang sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan larangan kepada pihak PT. Lonsum untuk tidak menanam karet di lokasi tanaman jagung masyarakat sampai selesai masa panen", ungkap Askar, Pimpinan AGRA Sulsel.
Londsum Langgar Kesepakatan.01 - Kabar Sulawesi Selatan - KontraS Sulawesi

Menyikapi situasi dan kondisi sengketa agraria antara Masyarakat Adat Kajang dengan pihak PT. Lonsum di wilayah Bulukumba, Polres Bulukumba menginisiasi diadakannya rapat koordinasi  yang dilaksanakan di areal HGU yang menjadi titik konflik (Kamis, 10 Januari 2018). Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kapolres Bulukumba dan Wakapolres Bulukumba beserta  jajarannya, perwakilan Masyarakat Adat Kajang, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Bulukumba dan pihak PT. Lonsum. Ada tiga poin kesepakatan dalam rapat koordinasi tersebut yaitu Pertama, Pihak PT. Lonsum tidak diperkenankan menanam karet di atas lokasi yang sedang dalam klaim masyarakat adat, dimana batasannya adalah semua lahan yang ditanami Jagung oleh Masyarakat adat Kajang. Kedua, Masyarakat adat Kajang tidak diperkenankan menambah lahan untuk  penanaman Jagung. Masyarakat Adat  Kajang juga tidak membuat rumah permanen diatas areal yang di reclaiming, cukup dengan rumah kebun semantara. Ketiga, Kedua belah pihak tidak diperkenankan saling mengintimidasi.

Sehari pasca rapat koordinasi, (Jumat, 11 Januari 2019) pihak PT. Lonsum kembali melakukan penanaman karet secara paksa  di areal lahan tanaman jagung Masyarakat Adat Kajang di Desa Bonto Mangiring. Hal ini sangat jelas telah melanggar instruksi Kapolres Bulukumba  bahwa Pihak PT. Lonsum tidak diperbolehkan menanam karet diatas lahan tanaman jagung milik masyarakat adat Kajang.

“Ini adalah bentuk-bentuk pengabaian kesekian kalinya yang dilakukan pihak PT. Lonsum terhadap keputusan dalam upaya penyelesaian sengketa agraria baik yang di inisiasi oleh Kapolres Bulukumba maupun Bupati Bulukumba yang sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan larangan kepada pihak PT. Lonsum untuk tidak menanam karet di lokasi tanaman jagung masyarakat sampai selesai masa panen”, ungkap  Askar, Pimpinan AGRA Sulsel.

Dalam peristiwa tadi, masyarakat adat kajang tetap melakukan upaya penghadangan terhadap aktivitas penamaan karet yang dilakukan PT. Lonsum dengan menyampaikan dan mengingatkan hasil keputusan kunjungan Kapolres Bulukumba kemarin kepada pihak Lonsum dan pihak aparat Polres Bulukumba yang ada dilokasi tersebut. Tapi pihak PT. Lonsum tetap berkeras untuk melakukan penanaman karet didampingi oleh oknum Brimob dan TNI.

Atas peristiwa tersebut pihak Polres Bulukumba yang dipimpin oleh Wakapolres Bulukumba bersama Kasat Intel Polres Bulukumba langsung mengunjungi lokasi di Desa Bonto Mangiring. Kehadiran Wakapolres Bulukumba di lokasi tidak membuat aktivitas penamaan karet berhenti. Bahkan, pihak PT.  Lonsum semakin melakukan perluasan penamaan karet.

Untuk menghindari bentrok antara masyarakat dan pihak PT. Lonsum, Wakapolres Bulukumba kemudian mengambil inisiatif dengan menghimbau kepada masyarakat untuk membubarkan diri saja dulu dan mundur ke lokasi pendudukan di Desa Tamatto.

Leave a Replay

Artikel Terbaru

Follow Us

Daftar untuk Berita Terbaru