Responsive image

Tidak pernah orang-orang mengeluh tentang universalitas hak asasi manusia, juga tidak menganggap HAM sebagai pemaksaan dari Barat atau Utara. Namun, hal itu kerap dilakukan oleh para pemimpin mereka.

Kofi Annan

Kami bukan mitos masa lalu, reruntuhan dalam hutan, atau kebun binatang. Kami adalah manusia dan kami ingin dihormati, bukan menjadi korban intoleransi dan rasisme.

Rigoberta Menchu

Silahkan gunakan kebebasan anda untuk mempromosikan kebebasan kami.

Aung San Suu Kyi

Hak Gay (LGBTIQ) adalah hak asasi manusia.

Hillary Clinton

Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Sejarah Organisasi


Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sulawesi diinisiasi pembentukannya sejak 24 November 2004, yang merupakan puncak dari serangkaian diskusi formal dan informal oleh sejumlah akademisi, lembaga non-pemerintah, organisasi rakyat, praktisi hukum maupun individu lainnya yang peduli dengan gerakan anti kekerasan di wilayah Sulawesi.

Seiring waktu, KontraS Sulawesi mendeklarasikan dirinya pada tanggal 4 Agustus 2006, di Palu. Kemudian pada tanggal 8 Agustus 2006, Perkumpulan KontraS Sulawesi resmi dibentuk dengan gagasan awal adalah diperlukannya satu organisasi civil society yang mampu melakukan advokasi anti kekerasan, handal untuk melakukan investigasi dan memiliki jaringan kerja yang kuat. Sejak dari itu, KontraS Sulawesi terus melakukan sosialisasi dan kerja-kerjanya di 6 (enam) provinsi di Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

KontraS Sulawesi tidak hanya bekerja pada isu kekerasan namun juga melebarkan fokus kerjanya dengan terlibat dalam pengadvokasian konflik Sumber Daya Alam, Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ikut mendorong Reformasi di Sektor Keamanan serta terlibat aktif dalam pembangunan aliansi dan advokasi bersama dengan berbagai organisasi sipil lainnya yang sejalan dengan visi dan misi KontraS Sulawesi.

Dalam perumusan kembali peran dan posisinya, KontraS Sulawesi mengukuhkan kembali visi dan misinya untuk turut memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia bersama dengan entitas civil society lainnya. Lebih khusus, seluruh potensi dan energi yang dimiliki KontraS Sulawesi diarahkan guna mendorong berkembangnya ciri-ciri sebuah sistem dan kehidupan bernegara yang bersifat sipil dan jauh dari prinsip-prinsip pendekatan kekerasan baik di sektor keamanan, ekonomi, budaya, dan politik. Dimana keutuhan kedaulatan rakyat yang diharapkan melalui landasan dan prinsip rakyat yang bebas dari ketakutan, penindasan, kekerasan dan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia atas alasan apapun.